Uncategorized

27-12-15 (Part 1)

Hari ini ingin ngeluh sedikit (baca: banyak) tentang berbagai hal. Saya hanya seorang anak desa, yang kebetulan bermukim di pinggiran Jakarta, yang jika ingin bepergian mengitari Ibukota bermodal aplikasi g-maps atau waze atau here.

Tujuan pagi ini adalah mengantar nenek, uyut, dan ateunya mas QSD ke GBK. Karena kedudulan kami, maka jarak yang semustinya dekat menjadi sangat jauh dan lama. Kami tak persoalkan itu. Kami yakin ini adalah salah kami, sok-sok pede aja ikuti apa kata aplikasi andalan tanpa GPS (baca: mengGunakan Penduduk Sekitar). Alhamdulillah meski bermacet-macet, berputar-putar, kami tetap bisa ngedrop nenek, uyut, dan ateunya mas QSD di GBK dengan selamat.

Tujuan setelahnya adalah sebenarnya ke monumen nasional. Namun karena macet disana-sini, akhirnya kami memutuskan untuk pulang saja ke Pondok Aren. Lagi-lagi kami mengandalkan aplikasi android dan windows phone. Alhamdulillah meski entah diputar-putar (baca: keblasuk-blasuk) sampai mana, kami tetap bisa sampai rumah dengan selamat.

Kami pulang untuk mengisi perut. Daripada jajan di Jakarta yang kami tak tau harga dan rasa, maka pilihan kami jatuh pada makan di rumah saja. Setelah sarapan usai, dari Pondok Aren, kami melanjutkan perjalanan menuju Monumen Nasional mengingat uyut dan neneknya mas QSD amat sangat ingin sekali menjejakkan kakinya di monumen kebanggaan warga Ibukota ini. Jauh sebelum sampai Monas, kami memilih parkir di dalam Stasiun Gambir. Menurut kami parkir di dalam Stasiun pasti lebih ‘manusiawi’, sambil menunggu nenek, uyut, dan ateunya ngebusway dari GBK.
image

Foto tersebut kami ambil dari dalam kendaraan sambil iseng menunggu nenek, uyut, dan ateunya mas QSD dari GBK. Kami menunggu tenang dari dalam lokasi parkir, karena kebetulan kami mendapat yang teduh dan adem di bawah pepohonan rindang.

Singkat cerita, setelah telpon berkali-kali untuk memastikan posisi, kami bertemu lagi di seputaran Monas. Nenek, uyut, dan ateunya mas QSD tetap ingin ke Monas. Saya lirik G-Shock di tangan menunjukkan pukul 13.15 WIB. Dalam hati saya berucap “Sudah siang begini ingin ke Monas?! Suasana akhir pekan long weekend begini?! Yosh!! Baiklah..” Saya tepis kemungkinan-kemungkinan terburuk yang muncul dari pikiran saya. Lalu kami keluar dari lokasi parkir Stasiun Gambir dengan membayar Rp5.000,00. Keluar dari Gambir aplikasi yang kami gunakan menyerocos “turn left, bla bla bla”. Kami ikuti sajalah apa kata aplikasi. Toh kami sampai di sini juga berkat aplikasi canggih ini kok.

___ to be continue

Facebook Comments

2 thoughts on “27-12-15 (Part 1)”

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.