Uncategorized

Rindu Papa

Sometimes you will never know the value of a moment until it becomes a memory – Dr. Seuss

Quote tersebut rasanya sangat tepat dengan yang saya rasakan saat ini. Merindukan masa kecil dan kebersamaan dengan papa. Mungkin saya bukan queen di hati kakanda, tapi saya yakin selalu jadi princess di hati papa.

Dulu, saya sangat manja dengan beliau. Betah sekali berlama-lama duduk di pangkuannya sehabis sholat. Mendengarnya mengaji sungguh menenangkan hati. Saya bisa hafal surat Al-Quraysh berkat beliau. Makanya sekarang jadi surat pendek favorit. 😊

Saya sangat ingat, jika sedang tidak bersemangat makan, beliau akan dengan senang hati mengambilkan makan lalu menyuapi anak gadisnya ini. Makan dengan lauk apapun kalau disuapi beliau, pasti bisa habis banyak deh. Entahlah tangan beliau punya kekuatan apa hingga bisa mengubah semangat makan saya, dari yang hilang lalu bisa kembali dalam sekejap.

Semua kejadian itu kini hanya menjadi sebuah ingatan. Orang tua saya resmi berpisah pada tahun 2013. Setelah dua tahun sebelumnya, kedua belah pihak sempat bersitegang. Jika memang sudah tak ada penyelesaian, maka berpisah menjadi pilihan.

Saya tak malu mengakui hal ini. Saya jadikan hal tersebut pelajaran berharga dalam hidup. Jika sedang pulang kampung, saya sempatkan mengunjungi beliau. Tetap bakti dan mendoakan yang terbaik bagi keduanya setiap waktu, menjadi hal terpenting dalam hidup. Saya tak pernah ada tanpa mereka.

Seorang ustadzah pernah berpesan pada saya. “Apa yang kau lakukan pada kedua orang tuamu, itulah yang akan kau petik dari anak-anakmu”. Saya ingin masa tua nanti tetap mendapat doa dan sedikit perhatian dari anak-anak. Maka yaa hanya itu yang bisa saya lakukan pada kedua orang tua saya saat ini. Semoga mereka berdua sehat serta dalam perlindungan dan ridhoNya selalu.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Alloohummaghfirlii waliwaalidayya warham humma kamaa rabbayaa nii shaghiiraa

Artinya:
“Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”

Tangerang, 121017
09.18 WIB
Ditulis dengan linangan air mata

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.