Uncategorized

Asam Udeung

Dua bulan terakhir di timeline instagram berseliweran gambar asam udeung. Lebih terkenal dengan sebutan sambal ganja. Entahlah kenapa disebut sambal ganja. Saya pun tak tau pasti.

Istilah “Asam” itu, kalau di Aceh, lebih dekat dengan definisi sambal. Jadi di Aceh akan banyak mendengar istilah asam. Ada asam keumamah atau sambal yang berbahan dasar ikan kayu. Ada juga asam terasi arau sambal terasi. Nah kalau asam udeung bisa diartikan sambal yang terbuat dari udang.

Menurut cerita yang saya dengar, disebut sambal ganja karena punya kemampuan nagih. Sekali colek, bikin nagih pingin colek berkali-kali. Intinya nggak cukup sekali doang nyoleknya.

Semalam, saat jam makan malam, saya suguhkan menu tersebut pada kakanda. Saat pertama melihat menu tersebut, kakanda mengira itu urapan. Maklum sedang tidak pakai kacamata. Saya paksa kakanda mencobanya. Baru satu colekan, kakanda bilang enak berkali-kali.

Mulailah saya bercerita, bahwa berbekal gambar yang berseliweran itu, saya beranikan diri membuatnya. Mencicipi aslinya pun belum pernah. Kata saya, “Itu asam udeung. Lagi ngetren loh di warga ig. Nama lainnya sambal ganja”. Baru kakanda membuka obrolan.

Beliau, jaman di Banda Aceh dulu, pernah makan sambal itu. Buliknya yang membuatkan. Jadi ceritanya kakanda ini ada sanak saudara yang menikah dengan orang asli Aceh. Bujangnya kakanda, sempat  diopeni sama om dan bulik ini. Si bulik memang jago masak. 

Suatu kali kami diundang datang kenduri di rumahnya. Makanan yang disuguhkan membuat saya takjub maksimal.  Maklum, kala itu boro-boro masak yang segambreng begitu. Masak sayur bayam saja, rasanya masih berubah-ubah. Jagonya bikin bakwan jagung doang. Hahaha.. 

Asam udeung atau sambal ganja hanya butuh belimbing wuluh, daun jeruk, cabai merah rawit, bawang merah, irisan batang serai, sejumput garam, dan bahan terpentingnya udang yang sudah digoreng sebelumnya. Bahan yang sudah tersedia, diuleg saja jadi satu. Mudah kan…

Pardon my cobek

Rasanya? Asam, pedas, gurih, dan segar dari belimbing wuluh. Disantap bersama nasi hangat dan tempe goreng saja sudah mantab. Bisa habis nasi berpiring-piring kalau saya. Hihi..

Penasaran kan? Yuk cobain… 😊

Facebook Comments

1 thought on “Asam Udeung”

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.