Uncategorized

Day 15: Mengamati Gaya Belajar Anak

Selasa, 20 Februari 2018, saya mengajak dua anak untuk merapikan dan memilah mainannya. Sudah lama sekali boks mainan isinya becampur aduk.

Saya berencana untuk membuang beberapa mainan yang sudah jarang dimainkan. Kami mengerjakan bersama-sama.

Setelah selesai, si mas izin untuk bermain lego. Oke saya izinkan. Sudah lama juga itu lego tidak keluar dari wadahnya.

Selama membangun karya, saya mulai mengamati. Sudah banyak sekali kemajuannya dibanding setengah tahun lalu.

Dulu hanya bisa membuat satu dua. Kemarin, imajinasinya sudah mulai terbangun. Mungkin belajar dari sekolah dan teman-temannya.

Setiap pagi di sekolah, setelah jurnal, biasanya ada sesi main bebas. Saat main bebas anak-anak bisa bermain apapun yang disediakan sekolah.

Kemarin si mas membangun jembatan dengan struktur yang semakin kompleks. Bisa membangun rumah dengan versinya sendiri.

Ada satu yang menarik. Saat membuat ‘mobil proyek’ si adik mulai mengganggu si mas. Saya sudah berikan bagiannya sendiri, namun tetap saja ingin yang punya si mas.

Selama membuat karyanya, beberapa kali dirusak oleh si adik. Tapi si mas kekeuh membuat lagi dan lagi. Tidak menyerah.

Sampai saat sudah jadi, menunjukkan pada saya dan memintanya untuk difoto. Untung ummi sigap langsung mengabadikannya sebelum direbut paksa oleh si adik. Hehe…


Begitulah sekelumit cerita yang bisa saya bagikan. Semoga terus menjadi pribadi yang punya jiwa pembelajar yaa, Mas, Adik, anak-anak ummi. Apapun tipe belajarnya, tidak menjadi masalah, selama memiliki karakter jiwa pembelajar yang kuat.

#harikelimabelas
#tantangan10hari
#gamelevel4
#gayabelajaranak
#kuliahBunSayIIP

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.