Uncategorized

Day 15: Mengenali Emosi

Hari Rabu, 24 Januari 2018, jadwal di sekolah si mas adalah sentra seni. Biasa di kelas sentra seni tiap anak akan mengerjakan proyeknya sendiri-sendiri.Sepulang sekolah si mas terus bercerita betapa gembira hatinya karena mengerjakan proyeknya sendiri.

Malam hari menjelang tidur, saya sudah terlalu mengantuk dan si adik belum juga tidur. Sambil menyusui si adik, mata sudah kriyip-kriyip, si mas nowel-nowel saya dari belakang.

“Apa, Mas?” saya bertanya setengah sadar.

“Ummi nggak pengen tanya hari ini?” si mas malah balik bertanya.

“Oh ya. Mas mau ditanya apa?” pertanyaan macam apa ini.

“Aku hari ini merasa seneng, Mi.”

“Oh ya? Mas seneng ya hari ini.” jawab saya dengan nada excited.

“Iya, Mi. Soalnya aku tadi mbikin proyek tikus. Aku yang menempel sendiri matanya.”

“Oh gitu. Tikusnya warna apa, Mas?”

“Warna putih. Kalo badannya aku tempel warna oren.”

“Tikus bukannya warna hitam?” tanya saya.

Ini dia tikus buatan si mas

“Iya sih. Tapi kan ada juga tikus yang warna putih. Trus Bu Gita nggak ada karton yang warna hitam, adanya origami doang.” jawabnya lengkap.

“Ehehe,, iya sih ya. Ada juga tikus warna putih. Yaudah yuk sekarang kita bobo, Yuk.” kata saya mengakhiri obrolan.

Alhamdulillah, semakin hari semakin banyak kalimat yang bisa dirangkum olehnya. Si mas sudah mulai terbiasa mengutarakan perasaannya juga. Semangat terus ya, Mas. Ummi doakan yang terbaik untukmu selalu.

#tantangan_hari_kelimabelas
#kelasbunsayiip3
#game_level_3
#kami_bisa

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.