Uncategorized

Day 5 – NHW FBE

Sore ini alhamdulillah diberi nikmat sempat oleh Allah untuk berbagi kepada adik-adik tingkat pertama di PKN-STAN. Seperti biasa kemana kaki ini melangkah, kedua anak akan selalu ikut serta.

Biasanya ketika bepergian begitu, saya akan membawa banyak sekali ‘sesajen’. Mulai dari permen, cemilan, hingga makan besar. Tak lupa seperangkat alat tulis lengkap dengan spidol, bahkan gunting.

Iya namanya punya anak-anak mah begitu. Kadang mau mengupas bungkus makanan bisa jadi lebih sulit ketika acara sedang berlangsung. Itulah sebabnya saya hampir selalu membawa gunting kecil di dalam tas. Alhamdulillah belum ada rencana bepergian naik pesawat, jadi masih aman aja itu gunting.

Nah, cerita tentang gunting, sore tadi alhamdulillah anak-anak sebenarnya lebih anteng, lebih aman, dan lebih terkendali. Apa mungkin karena sebelumnya saya menyuapi keduanya makan berat?

Saya sih menyimpulkannya demikian. Perut terisi atau kosong tentu berbeda. Kalau kondisi perut kosong, emosi cenderung lebih labil. Kita (eh saya) yang dewasa aja begitu kok. Apalagi anak-anak.

Pokoknya kedua anak lebih tenang. Tidak banyak mengganggu dengan permintaan ini dan itu. Saya? Tentu saja bahagia. Eits tapi jangan keliru.

Ketika dua anak anteng, pasti ada sesuatu yang sedang asyik mereka lakukan. Jeng jeng jeng jeng,, rupanya diam-diam mereka menggunting tali rafia sebagai pengikat kain hijab (pembatas) di masjid. O-oww…

Saya langsung memohon izin pada peserta menghentikan sementara kegiatan mengisinya. Mencoba mendekati si mas dan adik. Si mas langsung memberi penjelasan sebelum saya memintanya, “Bukan aku, Ummi. Adik yang gunting.”

Oke, saya percaya, karena si mas memang sudah mengerti batasannya. Saya tidak memarahi si adik juga si mas. Sama sekali tidak. Justru saya bertanya, “Adik senang ya bermain gunting?” Si adik menganggukkan kepala. Saya tanya lagi, “Kira-kira apa yang adik ingin dapatkan dengan menggunting ini?”

Si adik menjawab, “Aku pengen main gunting.” Oke saya simpulkan, si adik memang ingin bermain dan mungkin penasaran dengan apa yang akan terjadi jika tali tersebut digunting olehnya. Fitrah anak-anak kan memang bermain dan bernalar bukan? Baiklah.

Tanpa memperpanjang masalah, saya mencoba memperbaiki semampu yang bisa dilakukan. Alhamdulillah masih ada sedikit tali yang bisa disambung untuk memasangnya kembali. 😄

diambilnya di sini

#FitrahHomeBasedEducation
#TrainingCalonFasilMIIPB7
#IbuMendidikdenganNurani


Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.