Menulis Review

#JelajahiJakarta Edisi Liburan Sekolah, Pengalaman Naik MRT

Naik MRT

Kali ini mau bawa cerita yang ringan-ringan saja. Ingin sekali berbagi tentang dua pekan terfantastis dalam hidup ini. Termasuk widhya yang akhirnya berhasil membawa dua anak, tanpa kakanda, mengikuti event Jelajahi Jakarta berkat kebaikan hati seorang teman.

Apa sih itu? Jadi event ini sebenarnya digagas oleh Pemkot Jakarta dan dinas-dinas terkait untuk memperkenalkan program dan penjajakan kerja sama dengan sekolah, kantor, maupun komunitas. Kok saya sampai bisa mengikuti event ini, bagaimana ceritanya?

gambar dari sini

Tanggal 9 Juli 2019, saya janjian sampai di Stasiun Lebak Bulus, bersama delapan orang dewasa lainnya. Pokoknya bagi teman-teman yang berniat naik MRT, pastikan kartu brizzi, flazz, emoney, tapcash, dan kartu-kartu sejenisnya sudah bersaldo demi menghindari antrian. Anak-anak di atas 90 cm sudah harus berkartu sendiri. Satu kartu untuk satu kali tap.

Saya dan rombongan hari itu mendapat kesempatan mengikuti event dari Stasiun Bundaran HI. Ada juga yang dari Stasiun Lebak Bulus ya, Teman. Tergantung konfirmasi dan balasan email yang didapat. Jadi acaranya ngapain aja?

Kami dikumpulkan oleh pemandu berseragam hijau, ke dalam ruangan khusus crew yang disediakan oleh pihak stasiun. Di sana, kami diputarkan film tentang proses pembuatan MRT dalam rangka membuat transportasi Kota Jakarta menjadi lebih baik.

inilah para pemandu berseragam hijau

Selama pemutaran video yang berisi kumpulan foto, kami juga mendapat banyak sekali informasi baru yang tidak mungkin didapat kalau tidak mengikuti event tersebut. Pemandu dalam ruangan ada sekitar 5-6 anak muda yang menjelaskan tentang sejarah dan seluk beluk per-MRT-an.

Mengapa ada stasiun yang di bawah tanah, ditunjukkan mana stasiun yang memiliki posisi paling tinggi, berapa panjang rangkaian keretanya, berapa jumlah masinis perempuan, mengapa ada stasiun yang berganti nama, bagaimana proses pengangkatan rangkaian kereta, dan informasi lainnya. Sungguh informasi yang kami dapatkan hari itu menambah pengetahuan.

Selesai menyimak penjelasan, setiap anak yang hadir mendapat goodie bag. Isinya adalah permen-permen dari para sponsor event Jelajahi Jakarta. Setidaknya ada empat brand permen terkenal dalam goodie bag yang Mas Q dan dek Q bawa pulang. Ada alpenliebe, big babol, happydent, dan doublemint. Tentu saja anak-anak bahagia.

Goodie bag-nya besar 👍🏻

Selanjutnya, kami memasuki sesi bagi-bagi doorprize. Pertanyaan yang dilontarkan oleh pemandu tidak jauh-jauh dari informasi yang disampaikan saat pemutaran video. Hadiah doorprize akan diberikan, syaratnya hanya satu, yang menjawab harus anak-anak tidak boleh orang tuanya.

Seru sih. Anak-anak yang sudah usia sekolah besar, lebih mudah menjawab dong ya tentu saja. Bagi saya bukan hadiahnya, lebih kepada anaknya belajar berani dan mau menjawab itu sudah sesuatu sekali. Meski begitu, mas Q berhasil mendapat hadiah tumbler, padahal yang diincernya adalah lego. Iya lego menjadi sponsor juga by the way.

ini ada tulisannya Bank DKI dan terbuat dari kaca tebal

Selesai bagi-bagi doorprize, para pemandu membantu peserta untuk top-up kartu untuk kembali lagi ke Stasiun Lebak Bulus. Enak deh, kami tinggal duduk dan menunggu selesai proses top up kartunya. Oiya bagi teman-teman yang tidak punya kartu uang elektronik, jangan khawatir. Pihak stasiun juga menyediakan kartu single trip berjamin. Seperti biasa, uang jaminan akan dikembalikan bila kartu selesai dipakai.

Ongkos dari Stasiun Bundaran HI sampai Stasiun Lebak Bulus hanya empat belas ribu rupiah. Jumlah uang yang sama berlaku pula arah sebaliknya. Murah sih menurut saya. Amat sangat layak sekali uang segitu dikeluarkan untuk sekali perjalanan. Mengingat keretanya bersih, nyaman, dan yang terpenting waktu tempuhnya sangat singkat.

Bayangkan, Lebak Bulus – Bundaran HI hanya ditempuh dalam waktu 30 menit saja. Saya pernah menyimak review di youtube tentang tiga moda transportasi yang dicoba untuk membandingkan mana yang lebih cepat. Antara ojol, mobil pribadi, dan MRT. Pemenangnya tentu saja MRT. Boleh disimak di youtube banyak kok yang sudah mencoba membandingkannya.

Sebelum kelupaan, saya mau mengingatkan bahwa di dalam stasiun hingga di dalam MRT, sama sekali tidak diperkenankan untuk makan dan minum. Mungkin ini diadopsi dari negaranya sana yang semua serba cepat begitu ya, sehingga menahan makan dan minum ya oke saja.

Menurut saya pribadi sih, mungkin akan lebih baik bila diperkenankan untuk makan dan minum, tapi tetap menjaga kebersihan. Tapi dilemma juga ya. Satu sisi, bila diperkenankan pasti ada kemungkinan tidak terjaganya kebersihan. Mungkin pengelola sudah tahu karakter orang Indonesia ini berbeda dengan Jepang. Ah, ya sudahlah, kita patuhi saja peraturannya.

Acara terakhir sebelum kembali ke Stasiun Lebak Bulus, kami diajak berfoto di depan backdrop berukuran jumbo. Lumayan sebagai kenang-kenangan. Bisa sebagai bahan cerita ke mas Q dan dek Q, suatu saat nanti, bahwa mereka pernah mengikuti event keren ini.

Ini asli backdropnya besar, tapi kami fotonya maju banget

Selesai berfoto, kami digiring oleh para pemandu untuk menaiki kereta gerbong paling belakang. Ketika itu waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 WIB yang mana sudah memasuki jam pulang kantor. Meski demikian, kami tetap dibuat merasa aman dan nyaman bersama para pemandu sampai keluar dari mesin tap kartu.

Event ini ternyata akan dilakukan berulang. Yang sudah pernah berlangsung adalah Jelajahi Jakarta edisi lebaran dan kemarin ini edisi liburan sekolah. Satu hari para pemandu maksimal hanya bisa membawa 15 rombongan saja.

Siapa yang tertarik dan berminat ikut edisi-edisi selanjutnya? Semoga Allah perkenankan ya.

Facebook Comments

2 thoughts on “#JelajahiJakarta Edisi Liburan Sekolah, Pengalaman Naik MRT”

    1. Saya rekomendasikan bang. Kalau bisa ikut event nya, karena kalau naik MRT tok, bisa kapan saja. Eventnya yg cocok untuk diburu. ☺️

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.