My Life

Jurnal Syukur

Pagi ini memutuskan jalan-jalan setelah beberapa hari kemarin full bedrest. Benar-benar suntuk dan bosan sekali rasanya. Padahal jika diingat kerjaan di rumah juga banyak. Amanah yang belum kelar, apalagi. Jangan ditanya dah. Tapi tetep rasanya pengen keluar rumah.

Hal pertama yang saya lakukan adalah membulatkan tekad, menguatkan niat bahwa saya sehat. Lalu bergegas mandi. Alhamdulillah si adik cukup kooperatif saat saya bebersih diri. Ia bermain sendiri, tanpa rewel sama sekali. Ini hal pertama yang harus banget saya syukuri.

Mengingat beberapa hari kemarin saya yang hanya tiduran dan menghabiskan waktu dengan membaca stok buku di rumah, dia terus dan terus saja menempel pada mamaknya. Berdiri sedikit saja pasti dikejarnya. Ya sudah itu artinya ya memang harus tiduran saja to?! Hehe..

Setelah merasa diri ini fresh, saya mengenakan pakaian bersih, dan mengajak si adik untuk segera mengambil kerudungnya. Kami bergegas keluar rumah. Saya harus menuntaskan satu amanah pagi ini. Bersama si adik, alhamdulillah amanah pertama rampung.

Kemudian teringat si supra yang sudah berbulan lamanya tidak dimandikan. Bekas lumpur mengering di sana-sini. Saya merasa risi sebenarnya. Sudah lama ingin sekali membawanya mandi. Akhirnya kesampaian pagi ini.

Saya mengajak berhenti si supra ke tempat pemandiannya. Ia begitu dimanjakan. Dielus-elus, disabuni, dikeringkan, bahkan diberi pemanis pada bagian ban. Alhamdulillah pagi ini dia begitu bersih dan wangi. Jadi ingat kata papa yang masih terngiang sampai hari ini. Katanya, “Nggak apa-apa jelek, asal bersih.”

ini dia kenampakan si supra yang siap sedia menemani saya hari-hari ini. Si supra sudah ikut kami sejak 2011. Dia bahkan sudah menjajahi Sabang.

Saya ingat betapa dulu papa sangat mencitai kebersihan. Semasa putih abu-abu, papa memberi kepercayaan pada saya sebuah motor astrea prima. Motor itu yang kemudian menemani kemanapun kaki ini melangkah, hingga saat harus menempuh masa kuliah strata dua. Dulu, saya tak diizinkan masuk ke dalam rumah kalau si prima dalam kondisi kotor kehujanan.

Jadi, maunya papa kala itu sebenarnya simple saja. Motor habis kehujanan, ya segera dicuci bersih supaya motornya awet. Betul sih sudut pandang papa. Tapi kalau diingat lagi, sayanya aja baru pulang sekolah, kehujanan pula. Pengennya kan ya hangatkan badan dulu, leyeh-leyeh dulu, ngeteh-ngeteh dulu gitu kan ya. Tapi selama saya masih hidup di rumah papa, yaa masih menuruti semua peraturan dan tata tertib tak tertulis dari beliau. Selama itu pula saya tak berani menolak. Makanya ketika pagi ini memandikan si supra, ingatan ini melayang sepenuhnya ke papa.

Hanya perlu waktu setidaknya 20 menit hingga si supra akhirnya mengilat. Selama 20 menit itu saya benar-benar menikmati waktu. Saya duduk di kursi tunggu yang tersedia. Jangan dibayangkan ruangannya berAC. Hanya tempat duduk kayu biasa. Tempatnya pun di pinggir jalan.

Itulah kesempatan pertama kali saya menikmati semua yang berjalan sambil berdzikir. Saya mendengar kicauan burung, melihat lalu lalang jalanan khas pinggiran ibukota yang tak seberapa ramai pagi ini. Ditemani semilir angin, setelah beberapa hari kemarin berteman dengan hujan, jadilah pagi ini hawanya cukup sejuk. Matahari malu-malu sekali menampakkan sinarnya.

Ini yang rasanya sudah lama sekali tidak saya rasakan. Intinya tulisan pagi ini adalah, ingin mengajak teman-teman. Coba deh sekadar menepi dari hiruk pikuk keramaian, tumpukan pekerjaan, menikmati segala yang berjalan, tanpa ada gadget dalam genggaman, cukup direkam dalam ingatan, rasanya sungguh luar biasa tak terbayarkan.

Maka pantaslah mengucap, “Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kau dustakan?” Allah begitu baik. Memberi malam lengkap dengan siang, memberi kesulitan lengkap bersama kemudahan, seperti Dia menciptakan aku lengkap bersama kamu. Eaa…

Alhamdulillah, sungguh begitu banyak nikmat yang perlu disyukuri setiap detiknya. Sayang bila nikmat-nikmat tersebut terlewat tanpa kita syukuri sepenuhnya. Allah baik ya.

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.