Uncategorized

Kesalahan Pengusaha Pemula

Membuka sebuah usaha sejatinya harus siap belajar. Melakukan kesalahan merupakan bagian penting dari proses belajar. Berikut beberapa kesalahan yang sering dilakukan pengusaha pemula.

  • Ingin segera naik kelas

Usaha belum berjalan sangat stabil, sudah ingin ganti motor baru, ambil kredit-kredit yang sifatnya konsumtif. Sayang seribu sayang. Ada baiknya seberapa rupiahpun laba perusahaan, ditabung terlebih dahulu. Baru jika sudah cukup, belilah kebutuhan dengan cara cash bukan kredit. Bila benar-benar belum mampu, bersabarlah.

  • Ingin memenuhi harapan semua orang

Hal ini sangat lazim terjadi pada pengusaha pemula, seolah ingin memenuhi keinginan semua orang. Paling sering mempergunakan alasan tidak enak. Padahal customer tidak selalu tahu kondisi perusahaan yang sedang kita bangun. Kita punya barang atau jasa, ya sudah begitu adanya. Bila ada masukan dari pihak-pihak lain, dengarkan dulu. Saran-saran yang masuk harus ditampung, tapi tidak harus dilakukan serta merta saat itu juga. Perbaikan perlu dilakukan bila dan hanya bila pemilik usaha telah menyiapkan mental.

  • Sulit berkata tidak

Ini hampir sama dengan kasus di atas. Setiap ada hal menarik selalu ingin ‘disambut’. Padahal boleh jadi tawaran yang datang, tidak sejalan dengan visi misi yang diinginkan perusahaan. Perlu dilihat kondisi perusahaan yang sedang dibangun. Bila belum cukup solid di dalam, tawaran-tawaran untuk melebarkan sayap usaha boleh ditolak.

  • Tidak punya titik batasan cukup

Namanya juga pengusaha pemula. Pasti ingin terus dan terus meraup untung. Namun setiap pengusaha sebaiknya memiliki titik kepuasan tertentu. Titik tersebut menjadi batasan cukup. Bisa usaha telah mencapai titik yang diharapkan, hendaknya pengusaha bisa mencukupkan diri. Titik ini sebaiknya dirancang sejak awal mula memulai usaha. Supaya jalan yang akan ditempuh, makin terarah.

  • Mencampuradukkan keuangan usaha dan keluarga

Nah ini dia yang paling sering menjadi kendala. Pengusaha pemula mencampur keuangan usaha dan keluarga. Padahal keduanya memiliki kantungnya masing-masing. Selain kantung yang berbeda, peruntukannya pun berbeda. Bila telah siap terjun ke dunia usaha, sebaiknya pengusaha tidak buta finansial. Kesalahan dalam pengelolaan keuangan bisa menyebabkan awal hancurnya usaha. Kesalahan seperti ini bisa fatal dalam keberlangsungan usaha. Bisa saja dari luar usaha kita tampak dalam keadaan baik, namun pads kenyataannya dalam keadaan nafas keuangan yang sesak.

Itulah kesalahan yang banyak dilakukan oleh pengusaha pemula. Memang baik belajar dari kesalahan, namun dalam hal ini lebih bijak bila kita bisa belajar dari kesalahan orang lain.

#30harimenulis
#onedayonepost
#hari14

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.