Review

Luwak White Koffie Kemasan Botol

Hari senin siang, pekan lalu, saat semua penghuni rumah beraktivitas, saya mulai kelaparan. Maklum ibu menyusui. Makan sebanyak apapun tetap saja rasanya mudah sekali lapar.

Saya bergerilya mengubrak abrik isi kulkas di rumah uti (sebutan kesayangan untuk orang tua saya). Siapa tau ada yang bisa dicemil.

Ketika membuka pintu kulkas, sesuatu menarik perhatian. Mata saya tertuju pada botol mungil yang nempil dipojokan bagian bawah dalam pintu kulkas.

Di tutup botol itu, tampak logo halal yang mencolok mata. Logo halalnya tidak seperti yang biasa kita temui milik MUI. Akhirnya saya beranikan diri mengangkat si botol tersebut.

Taraaa…. Inilah dia. Luwak White Koffie dalam kemasan botol.

Sepanjang perjalanan di kota Solo, ada beberapa billboard memajang gambar mbak Raisa sebagai brand ambassador produk ini. Setidaknya ada lebih dari 2 billboard yang bisa saya temui.

Penasaran dong ya. Sebegitu heboh iklannya, eh pas di rumah uti ada barangnya gitu. Bahagia tak terkira.

Serta merta saya mengamati botol tersebut. Dan memang jelas terpampang logo halal dari Korea pada bagian atas tutup botolnya. Pantas saja saya semacam asing dengan logo halalnya.

Kabarnya, produk Luwak White Koffie dalam kemasan botol ini diimpor langsung dari Korea. Sebelum dicicip, diamati, dan difoto-foto dulu lah ya.

Setelah dirasa cukup, akhirnya saya mencicipinya. Bagi yang pernah mencicip Luwak White Koffie kemasan sachet, percayalah aroma dan rasanya tidak sama. Sekilas memang ada kemiripan, namun tetap saja berbeda.

Aroma Luwak White Koffie dalam kemasan botol lebih ringan, rasanya tidak terlalu manis pun. Saya bahagia ketemu kopi ini.

Selama ini setiap membeli kopi dalam kemasan baik botol maupun sachet rasa manisnya berlebihan, bahkan tanpa penambahan gula sekalipun.

Sering diberi wejangan oleh kakak dan kakanda yang penyuka kopi, bahwa kopi yang baik itu yaa yang dari biji kopi atau serbuk kopi asli. Sementara kopi yang biasa kita temui di warung-warung itu, sudah berbentuk ekstrak. Prosesnya puanjang.

Jelek-jelek begini, saya pernah dapat kuliah ilmu teknologi pangan. Intinya, semakin panjang proses pengolahan suatu bahan pangan, semakin hilang kandungan gizinya. Enak, jelas enak. Tapi gizinya? Entahlah…

Sesekali minum kopi sachet atau botolan, boleh. Sekadar tombo pengen. Begitu pula soal makanan olahan. Boleh sesekali, kalau setiap hari, yaa jangan.

From the deepest heart, saya merekomendadikan Luwak White Koffie dalam kemasan botol. Boleh kok sesekali dikonsumsi.

Apalagi mamak-mamak dengan krucil yang kadang butuh me time. Tinggal buka kemasannya. Tidak perlu repot menyeduh. Lebih enak dikonsumsi dalam keadaan dingin.

Siang-siang saat matahari tepat di atas kepala, trus minum Luwak White Koffie dingin. Nyesss… Oiya, produk ini diklaim berkafein rendah juga.

Inti dari tulisan ini apa sih, Widh? Ehehe… Saya cuma mau bilang, udah nyobain Luwak White Koffie kemasan botol lho. Biar tampak kekinian dikit gitu. Selamat mencoba produk yang sedang hits ini ya, Teman. 😁

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.