Uncategorized

Mainan True or False

Beberapa hari kemarin beberapa selebgram yang saya ikuti, main true or false di igs nya. Mulanya saya agak kurang tertarik ikut mainan begitu. Setelah dipikir-pikir, boleh deh dicoba.

Kemarin malam selepas isya, saya mulai share voting di igs. Berkenan atau tidak misalnya widhya main begituan. Ada yang mau menyimak atau enggak. Eh, rupanya 90an orang menjawab mau. Hanya dua orang yang menyatakan tidak.

Bismillah kolom pertanyaan mulai widhya sebar. Sejujurnya ketar ketir juga. Berharap nggak ada pernyataan yang masuk. Apalah widhya ini. Merasa tak pantas main begitu. Lagaknya udah macam selebgram. Ya padahal manusia biasa.

Jadi selama bermain Instagram sampai punya sekian ribu followers itu, saya nggak pakai cara apapun. Asli dengan cara manual. Asal posting saja.

Tiada niatan akan mengembangkannya jadi komersial atau untuk apa. Sementara ini sih maish belum ya. Tapi entah dikemudian hari akan jadi seperti apa. Hanya allah yang tahu. Saya tugasnya kan berusaha aja.

Ketika mulai berbagi di Instagram, sungguh tiada maksud ingin dikenal apalagi terkenal. Jika ingat foto-foto di masa lalu saya yang maish abal-abal, ya sekarang juga masih sih, malu hati. Apalah begitu sampai orang-orang mau menyimak.

Rupanya banyak orang yang ternyata suka dan membutuhkannya. Banyak yang mengaku perlu membuka akun Instagram widhya dulu untuk menemukan inspirasi. Heu, terharu dong.

Dulu saya berbagi foto bekal kakanda sebagai pengingat diri. Supaya ingat dan ada keinginan untuk berusaha untuk tidak membawakan menu yang sama selama beberapa hari berurutan. Sekali dua kali makan tempe enak. Tapi kali ketiga kenikmatannya pasti berkurang dong. Apalagi yang keempat dan kelima kali. Udah hilang sama sekali kenikmatannya. Oleh sebab itulah saya memfotonya dan bersungguh-sungguh untuk tidak membawakan menu yang sama dalam dua hari berurutan.

Lanjut ya. Setelah mengunggah kolom pertanyaan, eh diluar dugaan pernyataan dan pertanyaan yang masuk lumayan banyak. Ada sekitar 23. Buat saya ini sesuatu.

Pertanyaan dan pernyataannya lumayan beragam. Mulai dari yang kompor untuk nambah anak lagi, tebak baju favorit, tebak warna favorit, tebak me time favorit, tebak apakah pernah nonton drakor, tebak apakah saya dulu ta’arufan sama kakanda, sampai nanya cara nambah berat badan. Agak random memang, ya nggak apa-apa. Bebas aja, saya juga nggak kasih aturan main.

Buat widhya nggak semua permainan perlu aturan main. Selama hanya sekedar asyik-asyikan, selama semua senang, nggak usah lah ada aturan main.

Sejak mulai menjawab pertanyaan, saya kok lalu menerawang dan kembali mengenali diri sendiri. Apakah saya benar begitu? Apakah begitu benar? Atau tidak? Seru sih.

Selain semakin mengenali diri sendiri, saya semakin memahami pola butijen. Iya, saya mainnya sama para butijen. Ibu-ibu itu unik dengan segala keunikannya. Hehe.

Senang sih. Oh ternyata ada juga teman-teman yang memperhatikan tingkah dan perilaku widhya to. Widhya yang begini ini. Heu, terharu sih.

Apapun ceritanya, semoga ada manfaat baik yang bisa widhya sebar untuk teman-teman. Jikapun tidak, semoga Allah mengampuni widhya.

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.