Uncategorized

PERAK Dusun Kendal (part 1)

Silaturahim Membuka Pintu Rezeki

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda “Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahim.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih dan penyayang, memberanikan diri untuk menuliskan kisah ini sebagai refleksi diri.

Teringat satu tahun lalu ketika masih menjadi penghuni baru komunitas Ibu Profesional Wilayah Tangerang Selatan, saya mencemplungkan diri menjadi pengurus. Insyallah ini menjadi sebuah keputusan yang tiada pernah saya sesali, bahkan seumur hidup. Allah begitu baik, menunjukkan jalan yang benar dan memang harus kami lalui.

Banyak sekali value yang saya dapat setelah bergabung dalam kepengurusan IP TangSel. Selain pembenahan diri yang terus menerus dan berkesinambungan, salah satunya adalah bisa lebih dahulu mengetahui ada informasi maupun acara-acara keren nan hebat sebelum info dibagikan di grup member.

Tahun lalu, saya yang masih hitungan pekan bergabung di kepengurusan, mendapat informasi tentang Leader Camp. Buru-burulah mendaftarkan diri untuk bisa ikut acara LC, meski sadar diri pengetahuan tentang IP Tangsel juga masih minim. Namun beberapa hari mendaftar LC, ada informasi acara PERAK. Heu,, itu rasanya sedih bercampur-campur.

Rasa hati sudah ingin sekali bergabung PERAK juga. Tapi apalah daya. Saya harus memilih salah satu karena ini terkait dengan si bungsu yang kala itu masih masa menyusui. Dan juga masalah kantong. Hehe,, mencoba jujur. Baiklah. Semoga Allah mudahkan untuk mendaftar PERAK dikemudian hari. Itu saja doa-doa yang saya rapalkan.

Singkat cerita, saya pun terlewat pendaftaran PERAK tahun ini lho. Lah terus kok bisa jadi peserta? Jadi begini ceritanya…

Menjelang beberapa hari pergantian tahun 2018, saya turut bersilaturahim ke salah satu pengurus IP TangSel yang melahirkan. Di sana, bertemu dengan Bu Noor dan Pakde Lukman.

Entah bagaimana ceritanya tiba-tiba saja obrolan sampai ke seputaran PERAK. Lalu curhatlah saya pada Bu Noor bahwa saya terlewat mendaftarkan keluarga kami. Seketika itu langsung disambut baik, “Ya sudah akses formnya biar dibuka sama Pak Lukman. Kan beliau Pak Lurahnya.”

Allah… Saya tak henti-hentinya bersyukur dalam hati. Bahkan semakin meyakini kalimat bahwa silaturahim itu membuka rezeki dan bahwa rezeki dikejar tidak akan lari.

Hari itu juga, detik itu juga, ketika akses dibuka oleh Pakde Lukman, saya buru-buru mendaftar dan transfer uang DP. Setelah ikut PERAK saya baru percaya, ‘Yang penting DP dulu, pelunasan dipikir belakangan’. Wkwkwkwk…. Inilah yang saya lakukan kemarin.

Saya bayar DP tanpa cerita pada kakanda sebelumnya. Uang di m-banking bahkan tinggal segitu-gitunya yang harusnya sebagai simpanan sampai akhir tahun, saya pakai untuk mendaftar PERAK. Uhuk, buka kartu deh jadinya. 🙈

Setelah sukses membayar DP dan melakukan konfirmasi pendaftaran, saya percaya bahwa ini adalah rezeki dari Allah yang turun melalui Bu Noor. Berkat apa tadi? Yes, silaturahim. Jadi teman-teman yang merasa sedang sempit, silaturahim saja.

Wis to, nggak usah ragu. Jangan khawatirkan uang bensin, tenaga, bahkan waktu yang terpakai untuk bersilaturahim akan hilang. Pasti akan bertambah.

Lalu apa yang terjadi?
Bagaimana saya menggaet izin kakanda?
Apa kendala utama?
Nantikan kelanjutannya….

☺️
(masih akan berlanjut)

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.