Uncategorized

Saya, Mimpi Bisnis, dan Sosis Solo

Dulu, saya pernah punya mimpi ingin membangun bisnis kuliner. Maklum, punya hobi makan dan memasak. Sekitar pertengahan tahun 2014, secara perlahan mulai terwujud. Masih sangat sederhana sekali bisnis yang saya geluti. Membuat beberapa jenis makanan ringan seperti tahu bakso, sosis solo, dan martabak telur lipat.

Semua rangkaian saya kerjakan sendiri. Mulai dari membeli bahan baku, mengolahnya, hingga menjualnya. Proses tersebut saya lakukan demi menjaga kualitas. Saat itu semangat sedang membara. Semakin hari saya mulai keteteran.

Pesanan semakin banyak, namun tenaga tidak mampu ngayahi. Artinya, saya tidak mampu menjalankan semua sendiri. Kata seorang pakar bisnis, jika ingin bisnismu awet, wajib hukumnya untuk berbagi tugas. Tidak bisa semua dilakukan sendiri. Ini berlaku untuk semua jenis bisnis. Ok fine! Bisnis yang bermula dari kesenangan pun ternyata harus begitu ya. 

Akhir tahun 2015, saat proses sapih si mas berhasil, Allah izinkan saya untuk hamil si adik. Saya semakin tidak sanggup mengerjakan pesanan. Tubuh memberi sinyal untuk istirahat. 

Hasil ngubral-ngubrul dengan kakanda dan mentor bisnis, saya memutuskan untuk rehat sejenak dari perputaran bisnis. Saya ikhlas ikhtiarkan untuk perkembangan janin dan si mas. Itu tanggung jawab yang paling utama. Saya hanya membuat dan menerima pesanan jika mampu. Kakanda memberi kelonggaran sampai anak-anak bisa mandiri, baru bisnis akan dikerjakan lebih serius.

Tahun ini, saat si adik sudah mulai bisa disambi, saya sudah gatel ingin kembali memulai bisnis yang sempat tertunda. Sudah banyak sekali pesanan yang saya tolak. Beberapa kawan dekat sudah masuk waiting list pemesanan. Hanya makanan ringan, tapi rasanya cukup mengobati rindu kampung halaman. Selain itu, saya berusaha semampunya untuk menyuguhkan makanan yang sehat dan higienis.

Pagi ini, saya mencoba membuat sosis solo. Sekedar pemanasan saja. Sudah lama sekali tidak membuatnya dalam jumlah banyak. Ada yang mau resepnya? Ihik… Bilang aja mau nulis resep, Widh! 😅

Bahan isian:
300 gr ayam filet, dicincang
3 sdm minyak goreng untuk menumis
5 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
¼ buah bawang bombai
Gula merah secukupnya
Garam secukupnya
Daun bawang secukupnya

Bahan kulit:
4 butir telur
1 cup tepung terigu
2 sdm maizena
5 sdm minyak goreng
250 ml air
Garam secukupnya
Merica secukupnya

Cara membuat:
– adonan kulit dicampur hingga halus tidak bergerindil (bisa dengan whisk, mixer, atau blender) lalu dimasak pada teplon dengan api kecil
– untuk isian, ketumbar dihaluskan bersama bawang putih terlebih dahulu kemudian ditumis bersama bawang bombai hingga harum. Kemudian masukkan ayam, masak hingga matang merata. Lalu tambahkan gula merah, garam, daun bawang sesuai selera.
– Isian yang sudah matang bisa langsung digulung ke dalam kulit.

Sosis solo di kampung halaman saya lazimnya disajikan setelah dikukus. Dibeberapa daerah saya menemui juga yang digoreng dengan menyelupkan ke dalam kocokan telur terlebih dahulu. Bebaskan saja.

Ini sosis solo made by me 😊
Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.