Uncategorized

Seni Membujuk

Seharian kemarin, kami melakukan perjalanan darat 14 jam. Lalu siang ini pak supir tertidur berkat kelelahan. Saya pun sebenarnya lelah, sangat lelah lebih tepatnya. Ya sih,, bukan saya yang mengemudikan mobil. Saya hanya jadi navigator saja, tapi sambil memangku anak lanang dan meladeni maunya (sekaligus pak supir). Pekerjaan sepele sih, tapi tetep aja bikin cape plus (sedikit) makan ati.

Siang ini saya bermaksud membujuk anak lanang supaya mau tidur dan saya bisa ikut beristirahat. Dan terjadilah sepotong percakapan siang ini antara saya dan anak lanang.
Saya: “Qean,,, ayo bobo yuk!”
QSD: “Aku enggak mau bobo”
Saya: “Yaudah umi bobo ya!?“ (sambil pura-pura merem)
QSD: “Umi enggak boweh bobo, qeannya enggak mau bobo, maunya maem mangga aja.” (sambil merengek dan narik-narik kaki saya)

Setelah narik saya nggak berhasil, narik abinya yang tertidur di depan tivi.
QSD: “Abi, qean mau maem mangga aja”
Abi: “Tadi kan sudah.” (masih lhayap-lhayap)
QSD: “Yaudah, qean mau beli cekim aja, bi.”

Sebelumnya, QSD sudah posisi tidur, tiba-tiba minta maem nasi. Saya pun menyuapi nasi sesuai permintaannya. Setelah habis sepiring nasi, posisi tidur lagi dan minta minum susu kotak. Saya lalu mengambilkan susu untuknya. Habis susu sekotak kemasan kecil, barulah terjadi percakapan tersebut.

Saya dari kamar ngiki-ngikik. Dasar bocah. Disuruh tidur siang, alesannya banyak banget. Ampun dah… 😀

Ada yang mengalami hal serupa? Bagaimana penyelesaiannya? Adakah ilmu yang mempelajari seni dalam membujuk anak agar mau tidur siang (supaya bisa ikutan tidur siang juga)? Mohon pencerahan…

Ditulis sambil ngantuk-ngantuk
Nungguin anak lanang mau bobo
Masih sambil mbujukin juga
Kra, 170915
11:28wib

Facebook Comments

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.