Uncategorized

Tidak Tahu Mau Menulis Apa

Hari ini tidak tahu mau menulis apa. Tiada ide yang mampir di kepala. Buntu. Tadi sempat ingin menulis resume materi dari sebuah kajian, tapi anak bayi mengatakan berulang kali, “Ummi nggak boleh kerja”. Yaa sudah idenya ambyar lagi.

Rutinitas sejak pagi pun biasa saja, tiada yang spesial. Oh iya, hari ini si mas ada kegiatan manasik haji di sekolah. Sejak subuh sudah disounding. Alhamdulillah anaknya mudah-mudah saja. Malah bapaknya yang siput. Duh, gemes.

Sudah jelas-jelas tahu kalau harus kumpul di sekolah jam 7 pagi. Tapi sampai jam 7, di bapak masih asyik entah ngapain. Benar saja, sampai di sekolah sudah padat dan terlambat, karena kegiatannya gabungan dengan sekolah-sekolah lain.

Sempat kami menunggui si mas sejenak, lalu memutuskan pulang. Sebelum pulang, mampir dulu ke rumah budenya si adik. Sekedar ngobrol santai, karena kesempatan ketemunya yaa hanya weekend. Itu pun kalau si bude dan pakde sedang tak ada acara. Maklum mereka orang sibuk.

Sampai di rumah, langsung tidur. Karena si adik memang sudah ngantuk selama perjalanan pulang. Kami bertiga tidur sudah macam orang teler. Tidak ingat waktu. Sampai ketika jam 10 lebih 30 menit, miband di pergelangan tangan kanan saya bergetar, menandakan ada sebuah panggilan masuk.

Seketika saya kaget. Ada nama wali kelas si mas di layar tersebut. Diri ini masih pengar, mengumpulkan nyawa. Langsung saja diangkat. Ibu guru menginformasikan bahwa si mas sudah menunggu untuk dijemput. Sayapun membangunkan kakanda dan memintanya untuk bergegas menjemput.

Saya buru-buru melihat banyak sekali pesan di ruang obrolan. Oh rupanya sudah ada informasi bahwa acara telah selesai, sejak jam 9.20 pagi. Lalu pukul 10 tepat, ibu wali kelas juga sudah menghubungi secara pribadi. Namun karena tidak segera mendapat respon dari saya, beliau akhirnya menelepon lintas operator, setelah sebelumnya panggilan whatsapp pun terabaikan.

Heu, saya merasa bersalah. Sama ibu guru dan lebih utama sama si mas. Selama ini hampir tidak pernah terlambat menjemput. Sekalinya terlambat, kebangetan banget. Tidak enak hati. Khawatir si mas menyusahkan ibu guru.

Lha wong ponsel saya tiada getar dan tiada nada dering. Sudah sering sekali kejadian ponsel ketlisut dan tiada bisa dilacak karenanya. Hihi.. Selama ini yaa semua urusan yang masuk melalui pesan whatsapp, akan saya respon ketika melihatnya.

Menjelang siang, tak ada hal spesial yang saya lakukan. Semuanya biasa saja. Oh iya, hari ini saya libur masak memasak. Karena kakanda mengizinkannya. Pagi hari, saya membeli dua porsi nasi uduk, siang harinya membeli mie ayam kampung dua porsi juga. Malam ini berencana tidak makan. Nasi tak ada, lauk juga tak ada.

Anak-anak bagaimana? Mereka aman. Tadi saya buatkan jeli. Makan jeli juga sudah cukup membuat mereka kenyang. Sekarang saatnya menikmati malam hari dengan membuat dua anak segera tidur. Saya ingin sekali segera bisa leyeh-leyeh. Sudah itu saja.

Intinya memang tak tahu mau menulis apa. Ini hanya cuap-cuap tentang apa yang terjadi hari ini. Tidak ada ide lain. Tapi kok ya bisa jadi 11 paragraf ya. 🤭

Terima kasih sudah berkenan menyimak tulisan gaje ini. Semangat bermalam minggu bersama pasangan halal. Yang belum halal, harap bersabar ini ujian. 😂

Facebook Comments

2 thoughts on “Tidak Tahu Mau Menulis Apa”

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.