Menjadi Orang Tua Terasah, Mendidik Anak Sesuai Fitrah

Rabu, 27 November 2019 lalu, saya berkesempatan mengikuti kajian Ustaz Hary Santosa. Ustaz yang menulis buku Fitrah Based Education. Buku yang sampai hari ini belum ditamatkan, namun saya bertekad selalu membukanya pada kesempatan-kesempatan tertentu. Bukunya tebal, berisikan panduan-panduan yang sungguh sangat lengkap seputar fitrah anak dan orang tua. Ustaz Hary membuka kajian dengan pernyataan bahwa

Ditraining Allah

Alhamdulillah berhasil menginventaris jenis dan jumlah pakaian milik saya. Ini pun masih kebanyakan, bingung mana yang harus dikurangi. Soalnya yang dipakai juga pasti itu-itu lagi kan. Beberapa yang jarang terpakai kok ya seragam. Ceritanya mau praktik apa yang diajarin sama mbak Marie Kondo gitu deh. Baju main, antar jemput anak-anak, ke acara, ya akan sama

Baitul Maal (BM) atau Sekolah Alam Bintaro (SABIN)?

Beberapa bulan terakhir ini banyak sekalii yang bertanya ke saya seputar dua sekolah ini. Sampai-sampai kalau boleh jujur, agak capek ya menjawabnya. Termasuk pertanyaan kenapa mas dan adik tidak di sekolah yang sama? Berdasar hal tersebut, Widhya mau mencoba menuliskan alasan-alasannya. Monggo disimak pelan-pelan. Tulisan ini panjang. Betul, saya punya dua anak. Si sulung, laki-laki,

Nobar Film Iqro My Universe

sumber: ini Sabtu, 19 Juli 2019, saya mendapat kesempatan untuk menonton film Iqro My Universe. Ini film yang kabarnya digarap langsung oleh Salman Film Academy. Iya Masjid Salman ITB. Ketika mendapat kesempatan ini, sejujurnya saya merasa senang. Apalagi nontonnya bareng sama teman-teman santriwan santriwati serta para asatizah dan ustazah Rumah Tahfidz Khodijah. Acara nobar kemarin

Perjuangan Sekolah Dek Q

Hari ini, 12 Juli 2019, adalah hari resmi dek Q masuk sekolah. Sebelumnya ada satu kali dek Q masuk kelas tapi untuk keperluan observasi. Istilahnya, sit in, semacam kelas penilaian apakah dek Q siap jadi murid atau belum. Baiklah karena ada beberapa yang rikues untuk minta diceritakan seputar proses masuk sekolahnya dek Q, maka saya

Inilah Kisah Kami – 10

"Malam nanti aku berangkat ke Solo, Non. Kamu jangan sedih ya nggak ketemu aku semingguan. Jangan kangen." aku berkata serius. "Dih. Enggaklah. Harusnya aku yang bilang gitu. Kamu jangan kangen ya sama aku." Aruna juga menjawab serius. Sejujurnya aku sih yang sering merasa merindukan Aruna jika sedang pulang kampung. Hidupku hampa tanpa kecerewetannya. Tapi aku

Inilah Kisah Kami – 9

Akhirnya, hari yang bersejarah ini terjadi juga. Iya, mendapat tanda tangan dari Bu Farida menjadi salah satu hari bersejarah bagiku. Tanggal ini akan kuingat dan kuperingati selalu sebagai hari baik. Senyum tak lepas dari bibirku. Bagaimana tidak, setelah berjuang empat tahun ini di rantau, sidang skripsi mendekati ramadhan pun kujalani, hingga pilihan tanggal mudik kuundur

Inilah Kisah Kami – 8

"Hari ini aku ada janji nih mau ketemu Bu Farida. Mau nemenin kan, Non?" aku mengajak Aruna sambil membereskan lembaran yang harus kubawa. "Ketemu Bu Farida doang kan?" “Iya, mumpung Bu Farida belum cuti. Lagian tinggal acc beliau doang nih biar bisa perbanyak dan jilid. Nggak sabar ingin segera bisa daftar wisuda. Ehehe." jawabku jujur.